Resensi Buku Kuala Kumal

Published 4 Juni 2017 by Elvira Rossa

hiii Guys..  buat yang cari resensi buku Kuala kumal karya nya Raditya dika, nih gw kasih hasil resensinya..

semoga bermanfaat

 

Resensi buku koala kumal

  1. IDENTITAS BUKU
  1. Judul                                        : Koala Kumal
  2. Nama pengarang                   : Raditya Dika
  3. Tanggal terbit                         : 17 Januari 2015
  4. Penerbit                                   : Gagas Media
  5. Tebal halaman                        : 250 halaman , 13 x 20 cm
  6. Bahasa                                              : Indonesia

Sekilas Profil Raditya Dika

Nama Lengkap          : Dika Angakasa Putra

Nama lain                   : Raditya Dika

TTL                               : Jakarta, 28 Desember 1984

Zodiak                         : Capricorn

Pekerjaan                   : Penulis, actor, comedian,sutradara

 

Kebangsaan               : Indonesia

 

n

 

  1. PENDAHULUAN

Siapa yang tidak mengenal Raditya Dika, Penulis sekaligus comica dan sutradara ini sudah mengeluarkan sebanyak 6 buku yang berjudul kambing jantan,cinta brontosaurus,radikus makankakus,babi ngesot,manusia setengah salmon ,marmut merah jambu. Semuanya bergenre sama dikemas secara apik dalam balutan komedi. Sekarang ini dia merilis novel ketujuh yang berjudul   “koala Kumal” , dan rilis 17 januari 2015 lalu. Dengan ciri khasnya memakai nama hewan sebagai judul bukunya. Ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya, karena sudah tiga tahun dia absen menulis buku. Di tiga tahun terakhir, dia disibukkan oleh proyek serial populer Malam Minggu Miko dan film dari adaptasi novel-novelnya, dimana dia berperan sebagai penulis skenario, pemain, sekaligus sutradara.

 

  1. ISI BUKU (SINOPSIS)

Topik utama novel Koala kumal ini menjelaskan tentang patah hati terhebat. Tentang orang yang dulunya saling memberi rasa nyaman ,tetapi harus terpisah karna orang ke tiga, namun saat mereka dipertemukan lagi perasaan itu sudah berubah toal,kosong. Persis seperti seekor koala yang tinggal di New south wales, Australia, ia berimigrasi  dari hutan tempat tinggalnya ke tempat lain, namun saat kembali koala itu kebingungan karena hutan yang pernah jadi rumahnya habis di tebang dan diratakan dengan tanah oleh para penebang liar.si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu .seekor koala kumal itu duduk sendirian,memandangi sesuatu yang dulu di akrabinya dan sekarang tidak lagi di kenalnya.sama seperti apa yang di alami raditya saat bertemu dengan mantan kekasihnya.mayoritas isi buku ini tentang patah hati, tentang kenyamanan yang punah ditelan cinta yang baru.

  1. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

KELEBIHAN

Novel ini memiliki ciri khas menggabungkan komedi, cinta, tips,dan pengalaman hidup menjadi satu. Setiap cerita dalam novel ini tidak berkesinambungan satu sama lain. Tetapi, setiap cerita memiliki pelajaran dan motivasi yang dapat diambil oleh pembaca ,contoh yang dapat kita petik dari kisah hidup seorang Raditya Dika. Dari novel ini, kita dapat belajar bahwa patah hati adalah proses menuju kedewasaan, patah hati merupakan salah satu fase yang akan dilalui oleh kebanyakan orang pada umumnya. Dengan adanya novel ini, seseorang yang baru saja mengalami patah hati akan merasa terhibur dan mulai berpikir bahwa patah hati bukanlah akhir dari segala pencarian cinta yang sebenarnya. Cinta membutuhkan perjuangan. Dan salah satu perjuangan itu adalah bagaimana untuk tetap menjaga tempat, kleuarga, teman, ataupun pasangan yang dapat membuat kita merasa nyaman, akan selalu terasa nyaman walupun telah ditinggal begitu lama. Penulis buku ini menggunakan bahasa dan format penulisan yang tidak biasa. dalam segi isi cerita yang bergenre komedi, kisahnya yang  lucu dan menarik  mampu membuat tertawa para pembaca .

KEKURANGAN

Pada halaman 15 terdapat kata-kata kasar yang tidak semestinya di katakan oleh anak sekolah dasar,pada judul ‘ADA JANGWE DI KEPALAKU’ Raditya dika menceritakan kisahnya di waktu sekolah dasar. “KUPING LO KETUTUP BEGO ,GUE NGOMONG GAK BAKAL KEDENGERAN.PETASANNYA BELOM NYALA” . jika novel ini di baca oleh anak-anak tentunya kata – kata itu akan di tiru,terdengar tidak sopan jika anak berucap seperti itu.

Pada halaman 34 penulis kembali menggunakan bahasa yang tidak pantas untuk ditulis.

‘BIAR TITIT KAU GAK CUMAN DIPAKE BUAT PIPIS!’

  1. PENDAPAT / SARAN

Buku ini sangat menarik untuk dibaca. Cocok untuk anda yang ingin melepas stress dengan membaca lelucon. Lelucon di buku ini tidak seperti buku lainnya, karena berdasarkan pengalaman pribadi Raditya dika saat ia masi kecil,menjadi mahasiswa, tentang indahnya jatuh cinta, hingga sakitnya patah hati.seperti slogannya yaitu “KOMEDI PAKAI HATI”dan terdapat banyak motifasi.

Saran untuk penulis buku ini adalah cantumkan label usia yang diperkenankan untuk membaca buku ini. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah anak kecil yang tidak sengaja membaca buku ini. Bahasa yang tidak sesuai untuk anak kecil dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak kecil tersebut.

 

pengantar ilmu komunikasi 3

Published 15 Januari 2016 by Elvira Rossa

Soal 3
Sebutkan 5 contoh konflik organisasi dalam perusahaan dan bagaimana cara penyelesaiannya?

Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan
kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan. Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi. Definisi lain yaitu sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama

Jenis – Jenis Konflik :

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

  1. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).
  2. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
  3. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi.
  4. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

Sumber-Sumber Utama Penyebab Konflik Organisasi

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :

1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,

  1. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,
  2. Perbedaan kepentingan individu atau kelompok,
  3. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan
  4. Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya.

Teknik-Teknik Utama Untuk Memecahkan Konflik Organisasi

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :

  1. Introspeksi diri,
  1. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,
  1. Identifikasi sumber konflik,

Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

  1. Berkompetisi

Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

  1. Menghindari konflik

Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini.Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

  1. Akomodasi

Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama di sini yaitu :

  1. Kompromi

Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

  1. Berkolaborasi

Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama.Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.

Contoh konflik 1

  • Perbedaan dalam tujuan.       

Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat  menimbulkan adanya konflik.

cara menyelesaikannya :

  1. Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
  2. Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.

contoh konflok 2

Berbagai sumber daya yang langka.

Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas/langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik. 

cara menyelesaikannya :

Bersama-sama mencari cara terbaik untuk menyelesaikan konflik. Lakukanlah diskusi terbuka untuk memperluas wawasan dan informasi serta alternatif solusi untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan hubungan yang sehat di antara semua yang terlibat konflik. Mendapatkan kesepakatan dan tanggung jawab untuk menemukan solusi. Doronglah pihak-pihak yang terlibat konflik untuk saling bekerja sama memecahkan permasalahan secara tepat. Buatlah seluruh pihak merasa tenang dan merasa diperlukan dan memerlukan satu sama lain. Salah satu cara yang efektif adalah dengan saling memposisikan dirinya pada peranan orang lain, sehingga akhirnya dapat dimengerti kenapa si A bertindak begini, dan mengapa si B bertindak begitu, dan seterusnya.

Contoh konflik 3

Contoh kasus :
Konflik Buruh Dengan PT Megariamas
Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu-Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT Megariamas Sentosa, Selasa (23/9) siang ‘menyerbu’ Kantor Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Utara di Jl Plumpang Raya, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Mereka menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mempekerjakan mereka karena mangkir memberikan tunjangan hari raya (THR).

Ratusan buruh PT Megariamas Sentosa yang berlokasi di Jl Jembatan III Ruko 36 Q, Pluit, Penjaringan, Jakut, datang sekitar pukuk 12.00 WIB. Sebelum ditemui Kasudin Nakertrans Jakut, mereka menggelar orasi yang diwarnai aneka macam poster yang mengecam usaha perusahaan menahan THR mereka. Padahal THR merupakan kewajiban perusahaan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4/1994 tentang THR.

“Kami menuntut hak kami untuk mendapatkan THR sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan jangan dikarenakan ada konflik internal kami tidak mendapatkan THR, karena setahu kami perusahaan garmen tersebut tidak merugi, bahkan sebaliknya. Jadi kami minta pihak Sudin Nakertrans Jakut bisa memfasilitasi kami,” jelas Abidin, koordinator unjuk rasa ketika berorasi di tengah-tengah rekannya yang didominasi kaum perempuan itu, Selasa (23/9) di depan kantor Sudin Nakertrans Jakut. Sekedar diketahui ratusan buruh perusahaan garmen dengan memproduksi pakaian dalam merek Sorella, Pieree Cardine, Felahcy, dan Young Heart untuk ekspor itu telah berdiri sejak 1989 ini mempekerjakan sekitar 800 karyawan yang mayoritas perempuan.

Demonstrasi ke Kantor Nakertrans bukan yang pertama, sebelumnya ratusan buruh ini juga mengadukan nasibnya karena perusahan bertindak sewenang-wenang pada karyawan. Bahkan ada beberapa buruh yang diberhentikan pihak perusahaan karena dinilai terlalu vokal. Akibatnya, kasus konflik antar buruh dan manajemen dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Karena itu, pihak manajemen mengancam tidak akan memberikan THR kepada pekerjanya.

Mengetahui hal tersebut, ratusan buruh PT Megariamas Sentosa mengadu ke kantor Sudin Nakertrans Jakut. Setelah dua jam menggelar orasi di depan halaman Sudin Nakertrans Jakut, bahkan hendak memaksa masuk ke dalam kantor. Akhirnya perwakilan buruh diterima oleh Kasudin Nakertrans, Saut Tambunan di ruang rapat kantornya. Dalam peryataannya di depan para pendemo, Sahut Tambunan berjanji akan menampung aspirasi para pengunjuk rasa dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. “Pasti kami akan bantu, dan kami siap untuk menjadi fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur Sahut.

Selain itu, Sahut juga akan memanggil pengusaha agar mau memberikan THR karena itu sudah kewajiban. “Kalau memang perusahaan tersebut mengaku merugi, pihak manajemen wajib melaporkan ke pemerintah dengan bukti konkret,” kata Saut Tambunan kepada beritajakarta.com usai menggelar pertemuan dengan para perwakilan demonstrasi.

Sesuai peraturan, karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun berhak menerima THR. Sementara bagi karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun di atas tiga bulan, THR-nya akan diberikan secara proporsional atau diberikan sebesar 3/12X1 bulan gaji. Karyawan yang baru bekerja di bawah tiga bulan bisa daja dapat tergantung dari kebijakan perusahaan.

Saut menambahkan, sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang didemo karena mangkir membayar THR. “Sesuai dengan peraturan H-7 seluruh perusahaan sudah harus membayar THR kepada karyawannya. Karena itu, kami upayakan memfasilitasi. Untuk kasus karyawan PT Megariamas Sentosa memang sedang ada sedikit permasalahan sehingga manajemen sengaja menahan THR mereka. Namun, sebenarnya itu tidak boleh dan besok kami upayakan memfasilitasi ke manajemen perusahaan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kawasan Jakarta Utara tercatat ada sekitar 3000 badan usaha atau perusahaan di sektor formal. Untuk melakukan monitoring, pihaknya menugaskan 15 personel pengawas dan 10 personel mediator untuk menangani berbagai kasus seperti kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, tuntutan upah maupun upah normatif dan THR. “Kami masih kekurangan personel, idealnya ada 150 personel pengawas dan 100 personel mediator,” tandas Saut Tambunan

Analisis :
Dengan membaca artikel diatas kita mendapatkan salah satu contoh kasus suatu konflik yang terjadi dalam suatu organisasi perusahaan, didalam kasus ini terlihat bahwa seorang pemimpin berlaku tidak bertanggung jawab, tidak adil dan tidak jujur terhadap bawahannya dalam memimpin dan menjalankan suatu perusahan. Mereka beretika tidak baik dengan tidak memberikan hak para buruh, berbohong pada buruh, tidak memberikan hak THR, bisa memecat buruh yang menurut mereka terlalu vokal dengan mudah dan senantiasa mempermainkan para bawahannya terutama buruh dengan bertindak sangat tidak bijaksana sebagai seorang yang memiliki kekuasaan di dalam perusahaan. Kasus seperti ini jelas sangat berpengaruh terhadap terjadinya sebuah konflik. Kasus etika dan sikap pemimpin adalah penyebab utama terjadinya konflik dalam kasus ini. Bila kasus seperti ini semakin banyak maka semakin banyak pula buruh yang akan menjadi korban para pemilik perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan bertindak sewenang-wenang seperti contoh kasus diatas. Bila kasus ini tidak selesai dengan cara mediator atau jika dengan cara mediator maka perlu adanya proses hukum karena pemilik telah melanggar hak seseorang dan telah melanggar hukum yang berlaku tentang pemberian THR kepada tenaga kerja. Mungkin ini adalah salah satu solusi yang mungkin bisa menyelesaikan konflik dalam perusahaan seperti ini dan sebaiknya para pengusaha memperlakukan bawahannya dengan sebaik-baiknya dengan memberikan hak sesuai dengan kewajiban mereka di perusahaan.

contoh konflik 4

Pada salah satu perusahaan jasa yang memiliki konflik dengan para pegawainya, dimana manajemen perusahaan jasa tersebut membuat keputusan mengenai restrukturisasi dan rencana perekrutan pegawai melalui pihak ketiga. Karena para pekerja tidak setuju dan menolak rencana tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu akan menimbulkan banyak pemecatan, maka terjadilah aksi mogok kerja yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan itu sendiri. Sehingga manajemen perusahaan jasa tersebut memutuskan untuk tidak beroperasi dalam waktu yang tidak bisa ditenukan. Perusahaan jasa ini juga mengatakan bahwa tidak akan ada operasional sampai tercapainya penyelesaian atas konflik yang tengah terjadi dengan para pekerja.

Penyelesaian Masalah:

Konflik yang sudah terjadi bisa diselesaikan melalui perundingan. Cara ini dilakukan dengan melakukan dialog terus menerus antar kelompok untuk menemukan suatu penyelesaian maksimum yang menguntunngkan kedua belah pihak. Melalui perundingan kepentingan bersama dipenuhi dan ditentukan penyelesaian yang paling memuaskan. Gaya perundingan untuk mengelola konflik dapat dilakukan dengan cara:

  1. Pencairan, yaitu dengan melakukan dialog untuk mendapatkan suatu pengertian
  2. Keterbukaan
  3. Belajar empati, dengan melihat kondisi dan kecemasan orang lain sehingga didapatkan pengertianmengenai orang lain
  4. Mencari tema bersama, pihak-pihak yang erlibat dapat dibantu dengan cara mencari tujuan-ujuan bersama
  5. Menghasilkan alternatif, hal ini dilakukan dengan jalan mencari alernatif untuk menyelesaikan persoalan yang diperselisihkan
  6. Menanggapi berbagai alternatif, setelah ditemukan alternatif penyelesaian hendaknya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mempelajari dan memberikan tanggapan
  7. Mencari penyelesaian, sejumlah alternatif yang sudah dipelajari secara mendalam dapat diperoleh suatu konsensus unuk menetapkan suatu penyelesaian
  8. Membuka jalan buntu, dengan mengikutsertakan pihak ketiga yang berpengalaman untuk menyelesaikan masalah

contoh konflik 5

Sebagai contoh saya akan mengambil Konflik yang bersifat Internal/Konflik batin yang terjadi di dalam pengorganisasian:

Contoh konflik yang ada di PSSI waktu itu.

Padahal organisasi yang sebesar itu bernaung langsung dibawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepakbola dunia, yaitu FIFA (Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukan kinerja yang baik dimata masyarakan Indonesia sendiri bahkan dimata dunia.

Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal dan boleh dibilang kacau dikarenakan oleh pemimpin organisasi PSSI, yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal dalam memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang menimpa ketua umum organisasi ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang Ia lakukan terhadap dana-dana yang harusnya di alokasikan untuk kemajuan sepakbola di negeri kita ini, tetapi malah dimasukan dalam rekening gembung miliknya, dan itu sebagai bukti dia pernah dinyatakan sebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI. Dan akibat dari kegagalan itu FIFA melayangkan surat penurunan kepana Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI, akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang dilayangkan FIFA itu dari publik.

Namun pada akhirnya setelah Nurdin Khalid meniggalkan kekuasaannya, kisruh dalam PSSI tidak selesai sampai disitu saja. Perlu sekurang lebihnya 5 sampai 7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI. Namun pada akhirnya Djohar Arifin pun menempati posisi yang telah ditinggalkan oleh Nurdin Khalid di organisasi PSSI.

Masalah di organisasi PSSI tidak lagi sampai setelah penyelesaian pemilihan. Djohar melupakan janji dia ketika ia belum jadi Ketua Umum, dia menaikan tim-tim yang harusnya ada di Divisi Utama, sehingga hampir semua tim di kasta Indonesia Super League tidak terima dan menentang. Sehingga Djohar Arifin membuat Liga baru dengan nama Indonesia Primere League, yang berisikan tim-tim berbayar. 

Analisa

Analisa yang saya ambil adalah konflik setelah pemilihan.

Permasalahan dan konflik yang ada di PSSI Djohar Arifin menurut saya dikarenakan ke egoisan di setiap kepala yang berurusan. Dan juga dikarenakan Djohar yang tidak menepati janji, dan hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Kemudian ia melupakan orang-orang yang mendukungnya dan memilihnya. Sehingga kepemimpinan Djohar Arifin dicekal oleh orang-orang penting di persepakbolaan Indonesia.

Solusi 

  • Mengeluarkan dan membicarakan permasalahan bersama-sama orang-orang yang ada di persepakbolaan Indonesia. Musyawaran antara pihak ISL dan IPL. 
  • Bersedia menjadi pengalah yang baik, benar, dan tepat. Saat ini permasalahan PSSI sudah selesai, pada akhirnya yang salah mengalah, yaitu Djohar Arifin. Namun ia tetap menjadi ketua dengan anggota-anggota dari pihak ISL. 
  • Berbuat kebaikan kepada sesama manusia yang ada di PSSI. Karena Djohar mengakui kesalahan, Djohar tetap diberi amanah untuk menjadi Ketum PSSI dengan anggota-anggota yang tepat. 
  • Menyelesaikan tugas dalam satu saat. Jangan sampai masalah internal PSSI berlarut-larut, walaupun sering dapat ancaman dari FIFA tetapi PSSI berhasil menyelesaikannya dengan dibantu Pemerintah Indonesia. 
  • Menepati janji yang pernah dikeluarkan. Jika saat itu Djohar menepati janjinya, mungkin konflik ini tidak akan terjadi. Setelah konflik ini, saya yakin beliau akan amanah. 
  • Jangan egois dan jangan menganggap diri adalah superman. Tidak keras kepala adalah solusi paling tepat untuk lepas dari konflik. Dan jangan sampai kita merasa diri kita super. Jangan sombong pada intinya. 
  • Menerima saran dan kritik dengan lapang dada. Tidak marah atau kesal ketika dikritik, peduli terhadap saran. Maka, diri kita akan maju, sehingga PSSI ada pada jalan yang tepat, dan Indonesia jugalah yang akan merasakan manfaatnya.

pengantar ilmu komunikasi 2

Published 14 Januari 2016 by Elvira Rossa

Soal 2

Dalam teori komunikasi terdapat fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia diantaranya adalah fungsi : Pribadi, Kontrol, Referensial, Imajinatif dan Manajemen Identitas. Jelaskan dan berikan contoh ?

Jawaban

  1. Kepribadian :

Bahasa menunjukan budaya (keluarga, kelompok, antar bangsa) Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Tujuan dari bahasa itu sendiri adalah menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi-interaktif dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa.Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia. Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Kehidupan Sehari-hari Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.

Contoh :Kota Solo misalnya, bahasa yang mereka tunjukkan sangat lemah gemulai, santun dan bersahaja sehingga terbawa pada karakter mereka sehari-hari yang penuh kesantunan dan kesopanan.Demikian juga dengan bahasa yang lembut ini mempengaruhi karakter generasi muda mereka yang kalem dan penuh kesantunan.Kedua perbedaan tersebut (antara logat keras dan lembut) tidak dapat digeneralisasi, hanya dianalisis secara umum dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Bahasa yang keras memang belum tentu membentuk karakter anak yang keras dan temperamen. Demikian juga bahasa yang lembut tidak sepenuhnya akan menjadikan karakter anak lembut dan santun.

  1. Kontrol :

Dengan bahasa atau kata-kata yang bisa menahan kontrol. Kata ” MAAF ” merupakan alat kontrol yang paling baik.Bahasa merupakan alat kontrol sosial, ini dapat diterapkan pada individu atau masyarakat. Berbagaiinformasi, penerangan, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Sebagai alat untukmelakukan kontrol sosial, bahasa sangatlah efektif. Dalam suatu kegiatan berbahasa, dimana seseorang menyampaikan sesuatu melalui bahasa kepada orang lain, dari situ kita dapat memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baru sesuai dengan apa yang disampaikan oleh orang tersebut. Sama halnya seperti membaca suatu bacaan, kita bisa saja mendapatkan pemikiran baru sehingga kita menjadi mulai sering menganalisa sesuatu, membandingkan sesuatu, atau menciptakan suatu pemikiran yang baru karena kita memiliki pengetahuan-pengetahuan yang di dapat melalui bahasa.

Contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial adalah pada buku-buku pelajaran ataupun buku-buku instruksi. Ada pula contoh lainnya yaitu pada kegiatan berbahasa seperti ceramah agama, orasi, diskusi, iklan layanan masyarakat, dan sebagainya. Semua itu merupakan contoh kegiatan berbahasa yang dapat menambah pengetahuan kita mengenai suatu hal. Kita juga dapat belajar untuk menyimak, mendengarkan, menerima serta menganalisis pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Contoh :

Ada sebuah kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dengan murid-murid sekolah sebagai pendengarnya.Pembicara pada sosialisasi tersebut dapat menyampaikan informasi-informasi mengenai bahaya narkoba dengan bahasa yang sesuai serta mudah dimengerti oleh pendengarnya. Pendengarnya sendiripun maka akan tertarik dan akan menyimak apa yang disampaikan panitia. Dengan informasi- informasi yang diberikan, murid-murid ini mulai menganalisa, berpikir dan mendapatkan informasi baru mengenai narkoba, seperti contohnya bahwa kita harus menjauhi narkoba karena beberapa alasan yang disampaikan, atau kita dapat mengetahui tindakan-tindakan apa yang seharusnya harus dilakukan untuk dapat menjauhinya, dan sebagainya. Dalam proses seperti itu, pembicara berhasil menyampaikan maksud dan informasinya kepada para pendengar, sementara pendengar mendapatkan informasi yang disampaikan oleh pembicaranya sehingga berkemungkinan untuk merubah perilaku, pemikiran dan tindakan yang akan dilakukan sehubungan dengan materi yang disampaikan.

  1. Referensial :

Mengambil kutipan orang untuk memperkuat kualitas pembicaraan Dilihat dari topik ujaran bahasa berfungsi referensial, yaitu berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. Fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan bagaimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya.  Selain itu Referensial Bahasa juga digunakan sekelompok manusia untuk membicarakan suatu permasalahan dengan topik tertentu. Dengan bahasa seseorang belajar mengenal segala sesuatu dalam lingkungannya, baik agama, moral, kebudayaan, adat istiadat, teknologi dan ilmu pengetahuan. Sebagai alat komunikasi, bahasa menjadi media antara manusia yang satu dengan  yang lain karena bahasa dapat mengungkapkan maksud dan pikiran kita.

Contoh : Seorang nenek yang bernama Ijah senang mendongengkan cucunya sebelum tidur, malam itu ia mendongeng tentang sifat durhaka seorang anak yang bernama Malin Kundang.

Pada contoh di atas, si Nenek membicarakan tentang Malin Kundang dengan topik tentang sifatnya yang durhaka.

  1. Imajinatif :

Fungsi imajinatif bahasa melayani daya cipta imajinasi dan gagasan. Bercerita, menulis cerpen atau puisi, melawak dan juga menghayal merupakan bentuk-bentuk fungsi imajinatif bahasa.

Contoh:“Suatu saat Aku pasti bisa menjadi penyair terkenal, seperti Irianto Ibrahim.”

  1. Manajemen Identitas :

Bahasa sebagai lambang dan identitas seseorang, organisasi bahkan sebuah bangsa. Dengan adanya bahasa sebagai manajemen identitas ini, seseorang atau organisasi dan bangsa dapat membuat mereka menjadi terlihat beda di antara yang lainnya dengan memiliki ciri khas yang berbeda.

Contoh :Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri ditengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan harus bangga menggunakan bahasa indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita cermati, sebenarnya ada satu lagi fungsi bahasa yang selama ini kurang disadari oleh sebagian anggota masyarakat, yaitu sebagai alat untuk berpikir. Dalam proses berpikir, bahasa selalu hadir bersama logika untuk merumuskan konsep, proposisi, dan simpulan. Segala kegiatan yang menyangkut penghitungan atau kalkulasi, pembahasan atau analisis, bahkan berangan-angan atau berkhayal, hanya dimungkinkan berlangsung melalui proses berpikir disertai alatnya yang tidak lain adalah bahasa. Sejalan dengan uraian di atas dapat diformulasikan bahwa makin tinggi kemampuan berbahasa seseorang, makin tinggi pula kemampuan berpikirnya. Makin teratur bahasa seseorang, maka makin teratur pula cara berpikirnya. Dengan berpegangan pada formula itulah, dapat dikatakan bahwa seseorang tidak mungkin menjadi intelektual tanpa menguasai bahasa. Seorang intelektual pasti berpikir, dan pasti memerlukan bahasa indonesia untuk mempermudah dalam proses berfikirnya.

 

pengantar ilmu komunikasi 1

Published 14 Januari 2016 by Elvira Rossa

Soal 1

Teori-teori komunikasi antar pribadi umumnya memfokuskan pada bentuk-bentuk dan Sifat Hubungan (Relationship), Percakapan (Discourse), Interaksi (Interaction) dan Karakteristik (Characteristic) sang komunikator.

Jelaskan dan berikan 5 contoh ?

Jawaban:

Manusia memerlukan komunikasi antar pribadi dalam hubungan sosialnya, karena manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam kehidupannya. Namun tidak selamanya komunikasi antar pribadi itu dapat berlangsung dengan baik, sehingga dalam komunikasi antar pribadi tersebut di butuhkan suatu teori-teori untuk mengembangkan komunikasi antar pribadi yang telah ada.

Teori-teori komunikasi antar pribadi yang ada umunya memfokuskan pengamatannya pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationships), percakapan (discourse), interaksi dan karakteristik komunikator.Berkomunikasi disetiap situasi itulah hal yang sering kita lakukan dan pasti kita lakukan. Karena manusia sebagai mahluk sosial tak luput dari komunikasi. Suatu proses penyampaian pesan dari sumber terhadap penerima pesan bisa melalui perantara atau media dengan adanya efek-efek atau timbal balik. Dalam konteks komunikasi beragam adanya salah satunya adalah Komunikasi Antar Pribadi. Dimana proses komunikasi yang terjadi antar individu-individu dan biasanya terjadi antara dua orang secara langsung.Komunikasi antar pribadi merupakan suatu proses komunikasi antara pribadi ataupun antar perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (tanpa medium) maupun tidak langsung (melalui medium). Kegiatan-kegiatan seperti percakapan tatap muka (face to facecommunication), percakapan melalui telepon, surat menyurat pribadi, merupakan contoh-contoh komunikasi antar pribadi.Dengan adanya komunikasi antar pribadi penyesuaian yang terjadi hanya bila komunikator menggunakan sistem isyarat yang sama. Dengan itu, bagaimana kita untuk selalu mampu menyesesuaikan agar terciptanya kesamaan makna. Agar dalam penyesuaian tersebut seseorang dapat memperhatikan individu yang sedang berbicara, sehingga apa yang dibicarakan dapat dipahami maksud dari yang dibicarakan. Oleh karena itu, berikut penjelasan dan contoh untuk menjaga kualitas hubungan :

  1. Tempo

Yang dimaksud Tempo disini adalah seringnya berinteraksi. Dalam sebuah kualitas hubungan, Tempo sangatlah menentukan apakah hubungan itu termasuk berkualitas atau tidak. Karena didalam Tempo kita bisa menilai hal apa yang membuat hubungan itu menjadi menarik sehingga membuat hubungan menjadi berkualitas. Dengan adanya sering berinteraksi maka secara otomatis kita sudah menjaga kualitas hubungan kita kepada setiap lawan bicara kita.

Contohnya, apabila dalam seminggu kita hanya berinteraksi 1-2 saja maka kualitas hubungan tidak terjalin. Beda lagi jika kita melakukan interaksi lebih dari 2x dalam seminggu..

  1. Konten

Yang artinya adalah isi yang pantas dibicarakan. Hal ini sangatlah menentukan apakah kualitas dalam suatu hubungan sudah tercipta atau belum. Dalam suatu hubungan pastinya hal yang paling pokok difokuskan adalah isi pembicaraan, apakah isi pembicaraan itu pantas atau tidak. Karena dalam melihat kualitas hubungan pasti isi pembicaran yang paling diutamakan.

Contohnya, apabila kita sedang membicarakan masalah pekerjaan kemudian salah satu dari lawan bicara mencampurkan pembicaraan ke masalah pribadi, sehingga membuat lawan bicara menjadi tidak nyaman. Maka sudah pasti tidak ada kualitas hubungan yang baik.

  1. Attention

Didalam menjaga kualitas hubungan ini adalah salah satu unsur yang bisa menilai apakah hubungan berkualitas atau tidak. Artinya disini Attention menerangkan apakah disuatu hubungan menghasilkan sebuah perhatian atau kepedulian.. Jika kedua pihak dalam suatu hubungan menciptakan bentuk kepedulian dan perhatian, maka sudah dapat dikatakan bahwa hubungan sudah termasuk kedalam hubungan yang berkualitas. Kepedulian dan perhatian disini bisa berbentuk simpati atau juga berbentuk empati.

Contohnya, jika dalam suatu hubungan pertemanan salah satunya mendapatkan kendala, maka teman yang lain akan menunjukan bentuk perhatian dan kepeduliannya dengan cara mereka sendiri.

  1. Kejujuran

Dalam menjaga kualitas hubungan, baik itu hubungan sesama teman, rekan kerja bahkan lawan jenis.. Kejujuran adalah hal yang paling sulit tercipta didalam menjaga kualitas hubungan. Karena dalam menciptakan kejujuran akan menimbulkan reaksi dan dampak yang berbeda, ada yang berdampak baik bahkan ada pula yang membuat kejujuran menjadi hal yang buruk. Tetapi seburuk buruknya hal yang ingin kita katakan, jujur adalah tindakan yang terbaik dalam menjaga kualitas hubungan.

Contohnya, dalam suatu hubungan lawan jenis pasti akan ada masalah yang muncul akibat kesalah pahaman akibat kondisi yang sulit sehingga membuat salah satu pasangan berbohong.. Ada baiknya pasangan itu berkata jujur seperti apa kondisi yang mengakibatkannya harus berkata tidak jujur.Dengan jujur maka masalah yang tadinya akan muncul akan menghilang dengan penyelesaian yang baik akibat kejujuran.

  1. Kepercayaan

Setelah kejujuran, unsur kepercayaan juga hal yang pokok dalam menjaga kualitas hubungan. Dalam membina hubungan yang berkualitas kepercayaan adalah tiang yang juga terpenting. Kepercayaan bisa membuat hubungan menjadi lebih nyaman dan tanpa beban. Kalau unsur saling mempercayai sudah dilakukan makan kualitas hubungan sudah pasti dapat terjaga.

Contonya, dalam suatu hubungan pekerjaan organisasi. Kita harus menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap rekan kerja kita, bahwa dia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Sehingga sesama rekan kerja dalam organisasi akan merasa nyaman dan saling mempercayai satu sama lain

Jadi kesimpulannya adalah, dalam menjaga dan menciptakan hubungan yang berkualitas maka hal yang perlu kita lakukan adalah menjaga Tempo (seringnya berinteraksi) , menjaga Konten (isi dari pembicaraan), Attention (perhatian/kepedulian), Kejujuran dan yang terakhir adalah Kepercayaan. Jika kelima unsur ini sudah dilakukan maka kualitas hubungan akan terjaga. Karena kelima unsur ini saling berkaitan satu sama lain dalam suatu hubungan

Aturan dan Syarat Menulis Tugas Paper dan juga Skripsi atau Tesis

Published 29 Desember 2015 by Elvira Rossa

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

PENGETIKAN

 

1)      Pengetikan dilakukan menggunakan komputer, dengan pengaturan layout sebagai berikut :

–          Margin atas     : 4 cm

–          Margin kiri      : 4 cm

–          Margin bawah : 3 cm

–          Margin kanan  : 3 cm

2)      Pengetikan dilakukan hanya pada satu muka kertas, tidak bolak-balik dengan rata kiri dan kanan (justify)

3)      Jenis huruf yang digunakan Times New Roman, Arial, atau jenis huruf yang setara dengan ukuran berikut :

–          Ukuran huruf 12 untuk isi naskah.

–          Ukuran huruf 16-18 dan tebal untuk judul pada cover.

–          Ukuran huruf 14 untuk judul dalam bagian naskah

4)      Jarak antara baris yang satu dengan baris yang lain serta jarak  antara paragraf adalah dua spasi.

5)      Jarak antara judul/bab/sub-bab/tabel/gambar dan sebagainya diatur secara proporsional dan di bold

6)      Penempatan angka ‘halaman’ berada ditengah bagian bawah halaman.

Download SAMPUL HALAMAN CONTOH COVER TUGAS PAPER

Contoh Tata Cara penulisan Perhatikan Bagian…

Lihat pos aslinya 13 kata lagi

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (UAS 3)

Published 29 Desember 2015 by Elvira Rossa

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Sebutkan 5 contoh konflik organisasi dalam perusahaan dan bagaimana cara penyelesaiannya. (40)

Konflik dengan siapa ?

  1. Konflik vertikal, terjadi kepada atasan dan bawahan
  2. Konflik Horizontal, terjadi kepada teman kerja pada lini dan posisi yang sejajar.

Pandangan tentang Konflik Organisasi

Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  1. Konflik itu buruk dan mendatangkan kerugian (Pandangan Tradisional). Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
  2. Konflik itu wajar terjadi…

Lihat pos aslinya 160 kata lagi

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (UAS 2)

Published 29 Desember 2015 by Elvira Rossa

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Dalam teori Ilmu Komunikasi terdapat fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia, di antaranya adalah fungsi : pribadi, kontrol, referensial, imajinatif, dan manajemen identitas. Jelaskan dan berikan contoh (30).

Michael Alexander Kirkwood Halliday (MAK Halliday) yang telah menemukan dan mengembangkan teori kebahasaan tersebut. Ia merupakan salah seorang murid dari Firth, seorang ahli bahasa yang mengembangkan aliran Firth, guru besar di Universitas London, dimana Halliday belajar.

Sebagai penerus Firth dalam bidang kemasyarakatan bahasa serta pada sebuah karangannya Categories of the Theory of Grammar, Halliday mengembangkan suatu teori linguistik, yang mula-mula dikenal sebagai Neo-Firthian Linguistics atau Scale and Categories Linguistics. Namun dikemudian waktu, muncul nama baru untuk teori ini, Systemics Linguistics (dalam bahasa Indonesia disebut Linguistik Sistemik).

Sebelum menjelajah dunia linguistik dan mengembangkan tata bahasa fungsional sistemik (systemic functional grammar) yang tersohor itu, awalnya ia belajar bahasa Cina. Ia belajar di bawah bimbingan Luo Changpei di…

Lihat pos aslinya 226 kata lagi